Catatanku: Pengalaman Liburan di Bali

Saya mau berbagi pengalaman nih 5 hari perjalanan di Bali. Ternyata liburan di awal awal sangat melelahkan dikarenakan jadwal yang padat sampai kasihan juga karena saya dan istri membawa anak kita yang masih berumur 1thn 4bulan tidur dan makannya agak berkurang.

14:00 flight dari bandung ke denpasar, Airasianya ngaret nih
15:30 Bandara ke tanjung benoa, kita pakai taxi bandara (karena yg disediakan cuma itu). Hotel nya kami pakai hotel ION, harganya standard tapi kelasnya saya pikir agak di bawah ibis. Yang menyenangkan di daerah sini tempat makan gampang,massage banyak bangett, dari pihak hotel juga menyediakan shuttle ke pantai free charge!

Tadinya kita mau keliling daerah tj benoa menggunakan motorbike, tapi yg punya motor baru bisa datang jam 10, akhirnya kami beralih mengginakan shuttle service ke arah pantai nusa dua.

Disana kami sewa sepeda harganya 80k/jam waw… Mahalnya, sedangkan ditempat lain motorbike saja 70k/jam. Tapi daripada cape jalan dan juga kebetulan saya bawa anak kecil 1thn jadi saya ambil.

Lupa dengan jadwal shuttle,kita ketinggalan kendaraan, akhirnya harus sewa mobil 70k sampai ION ;(. Sebenernya kita bisa ikut bis bali collection,tapi ternyata jam 12:00-13:00 mereka break dulu.

Setelah beres-beres kita travelling lagi ke sanur, dan kita ambil hotel patrisia. Yaa hotel seadanya yang penting bisa nginap murah.

Sanur itu tempat kita melihat sunrise, jadi sebelum pagi tiba, sorenya kita coba lihat dulu daerahnya biar ga nyari nyari lagi. Kira kira 300m jaraknya dari hotel ke pantai. Cukup jalan kaki sekitar 5-10 menit.

Pagi sekali sekitar jam 5 kami sudah siap siap untuk melihat sunrise, karena perkiraan terbit matahari sekitar 5:30. Untungya pagi itu anak saya ga rewel melihat ombak seperti kemarin, sehingga bisa menikmati indahnya sunrise. Kembali ke hotel kami siap-siap untuk traveling menggunakan mobil rental yang saya book dari otobali,com. Saya pikir ini rental mobil yang paling murah dibandingkan rental mobil yang di tawarkan supir taksi yaitu 500 ribu (driver+bensin termasuk), sedangkan dari otobali 400 ribu (drive+bensin termasuk), bahkan bila lihat websitenya biila kita pillih mobil semacam karimun dan estilo (tanpa driver dan bensin) lebih murah lagi sekitar 135 ribu ke atas.

Kami minta breakfast ke hotel, kami kira yang akan didapatkan adalah nasi goreng, ternyata hanya roti bakar plus selai saja, hmm sesuai dengan harga mungkin. Dan jam 10:00 mulailah kita jalan jalan traveling dimulai ke BIRD PARK.

Harga tiket masuknya untuk lokasi turis yaitu 150 ribu kalau ga salah dan tiket ini termasuk juga untuk tiket masuk REPTILE PARK, sedangkan asing lebih mahal lagi. Makan siang disana juga, namun harganya juga mahal sebenarnya. Tapi tidak ada pilihan lain karena saya tidak melihat warung-warung di luar lokasi. BIRD PARK lokasinya sebenernya kecil saja tapi yang menariknya itu karena banyak burung jinak disana seperti Kaka Tua dan Burung hantu yang dibiarkan begitu saja bertengger di pohon, dan mereka tidak lari ke alam bebas.

Lanjut lagi kami traveling ke monkey forest, lokasinya ternyata melewati UBUD. Teryata disana itu daerah macet, kami sekitar setengah jam mungkin hanya bergerak sekitar 1km, karena kita dikejar waktu karena masih menginginkan mengunjungi GWK dan pantai Pandawa pada hari yang sama akhirnya diputuskan balik arah menuju selatan untuk mengunjungi GWK.

Di GWK sebenarya tidak banyak yang bisa dilihat disana selain dua patung yang terkenal yaitu Plaza Garuda dan Patung Wisnu. Yang unik ketika kita akan masuk ke lokasi patung Wisnu, kita diharukan mengenakan kain berwarna kuning dengan tujuan menghormati tempat suci. Harga tiket masuk GWK yaitu 120 ribu kalau ga salah inget hehe. Cuaca yang sangat panas membuat sangat dehidrasi ketika disana.

Lanjut lagi kami ke pantai Pandawa, Ini adalah pantai yang bagus dengan pasir yang sangat halus dan putih serta bersih lingkungannya. Senang sekali bila bisa bermain ombak disana, tapi berhubung anak saya rewel lagi melihat ombak jadi kita tidak bisa main langsung dengan ombak. Disini kita hanya bayar parkir saja, tidak ada tiket masuk.

Setelah puas dengan pantai, masih ada waktu sebelum sunset kami langsung bertolak ke Uluwatu untuk menikmati sunset disana. Harga tiketnya sekitar 20 ribu kita bisa menikmati indahnya sunset. Namun bila kita ingin sekalian nonton Tari Kecak kita dikenakan tiket masuk 100 ribu.

Malamnya kami pergi mencari hotel di daerah jimbaran, saran dari driver di rekomendasikasn hotel HORISON, namun saya langsung ke receptionist tanya harganya di angka 500 ribu akhirnya saya cari di tripadvisor di dapat Hotel Sari Segara. Hotelnya sepertinya hotel tua dengan tema etnik, bagi kami sih lumayan, namun lihat di review di hotel banyak yang bilang ga bagus, mungkin karena tema nya yang etnik itu. Tapi seenggaknya dapat kamar luas, plus kolam renang dan paling penting di depan hotel banyak berjajaran kafe seafood yang langsung menuju akses ke pantai. Kita Dinner disana pas dipinggir pantai, bagi yang sedang berbulan madu daerah jimbaran ini RECOMMEND banget. Namun harga seafoodnya mahal mahal, ya dikarenakan yang dijual yaitu viewnya itu.

Dikarenakan sehari sebelumnya kita telah jalan jalan jauh sehingga pagi pagi sampai siang kita masih istirahat di hotel untuk recovery energi dulu. Siangnya kita ingin mencoba makan makan di AYANA RESORT di kafe RockBar. Dengan modal 70 ribu kami sewa motor 24jam dan berangkat ke AYANA, dari hotel hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit kita sudah sampai di AYANA. Memang mewah banget tempatnya, apalagi RockBar nya itu kafe yang ada di pinggir tebing pantai dan langsung bisa melihat indahnya sunset. Lagi lagi untuk menikmati sunset di RockBar kita wajib memesan makan dan minum disana. Harganya waaaaw, kita hanya pesan roti dan semacam keroket dan 2 jus kena charge 400 ribuan. Wooow mahall nya.

Sebelum pulang ke Jimbaran, kami mampir dulu ke tempat seafood dengan nama kafe Nyoman. Info dari istri sih harganya murah. Karena kita ingin mencicipi rasanya Lobster akhirnya kita pesan disana. Harganya sangat mahallll, 1Kg lobster (1 lobster) harganya 500ribu, walah tapi karena penasaran dan mungkin untuk sekali seumur hidup kita coba saja, namun minta tawar menawar, karena penjaganya iba dia bilang “kalau diskon ga bisa, kita bilang saja ini 0.8Kg jadi bisa dapat harga 400 gimana?”, Katanya. Wah lumayan nih masih dapat seratus ribu

Siap siap kami untuk lanjut traveling lagi, bingung juga ingin ke Tanah Lot namun dana terbatas, bila saya ambil rent car lagi harus keluar uang banyak dan sayang juga cuma dapat satu tempat. Akhirnya saya ingat dengan aplikasi grab bike. Teryata kita bisa lebih berhemat dengan sekitar 200rb kita bisa mengunjungi Tanah Lot dan lanjut ke pemberhentian hotel terakhir kita di Kuta Heritage Beach.

Walau bulan februari saya sebut bulan yg sepi dari pengunjung, ternyata di Tanah Lot ramai juga. Kebanyakan turis yang datang selama saya di Bali ternyata ber Etnis Cina, sepertinya karena liburan Tahun Baru Cina.

Setelah panas panasan, keliling sana sini, akhirnya kita sampai di tempat paling terkenal di dunia yaitu Kuta. Kuta memang surganya “Bule” karena disana tempat yang paling lengkap dari pusat perbelanjaan, entrtaintment, club house, dan yang paling penting itu akses pantai yang benar benar dekat karena kotanya memang persis di pinggir pantai. Saya sampai terheran heran awalnya, dan macetnya seperti jakarta saja. Mau gimana tidak macet, jalan sempit gitu tapi lalu lintas dan orang orangnya padat.

Heritage Kuta Beach yang dibawah kendali Accor Hotel saya pikir ga terlalu jauh beda dengan hotel ION baik itu interior dan fasilitasnya, namun harganya lebih tinggi 2x lipat lebih. Tapi yang pasti nyaman memang.

Akhirnya tidak terasa 5 hari sudah kita plesiran di Bali, bila saya bilang, ini membutuhkan budget yang besar, Paling besar itu ada di hotel dan transportasi. Sedangkan makan itu sih tergantung kita mau hedon atau tidak hehe. Baiknya coba berwisata dengan lebih banyak orang sehingga transportasi bisa lebih diminimalkan harganya.

Akhir kata saya sangat puas dengan perjalanan ini walaupun di akhir perjalanan foto-foto kami selama di Bali terhapus semua oleh anak kami 🙁 Untungnya masih bisa di restore ketika sudah sampai bandung. Well mudah mudahan ada budget lagi untuk plesiran lagi ke daerah lain.